Pelatihan Pembuatan Keripik Mangrove
Hutan Mangrove, Ayah – Selasa, 30 Juli 2024, Mahasiswa KKN UNUGHA Kelompok 1 mengadakan Pelatihan Mebuat Keripik dari Daun Mangrove. Pelatihan ini diikuti oleh Ibu-ibu PKK, Fatayat, Muslimat, Ketua RT, Ketua RW, dan Kelompok Tani Hutan Pansela.
Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan Kelompok 01, latar belakang dari adanya pelatihan ini yaitu melimpahnya sumber daya alam berupa Pohon Mangrove. Kegiatan ini merupakan kerja sama kelompok KKN kami dengan Kelompok Tani Hutan Pansela yang ada di Desa Ayah.
Ketua Kelompok Tani Hutan Pansela, Kambang Trihadi menyampaikan: “Kegiatan Pelatihan ini dapat menjadi contoh dari pemanfaatan mangrove. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa mangrove tidak hanya bermanfaatsebagi penahan erosi tanah oleh air laut (Abrasi). Namun dapat dimanfaatkan menjadi berbagai olahan produk seperti yang telah ada di desa ini, yaitu daun mangrove diolah menjadi teh. Harapannya hasil dari pelatihan ini yaitu olahan dari mangrove bisa menjadi produk yang ikonik sebagai ciri khas dari Desa Ayah”.
Acara dimulai dengan penerapan materi oleh Koordinator Desa KKN Kelompok 01 yaitu Saudara Anggoro Zulfiqar Mubaraak, yang mana ia pernah belajar membuat keripik dari daun mangrove di Hutan Mangrove Kampung Laut. Kemudian acara di lanjut praktek memasak daun mangrove supaya bisa di konsumsi dan tidak membahayakan.
Antusiasme peserta semakin meningkat setelah pemateri menjelaskan tentang daun mangrove yang bisa diolah menjadi berbagai macam olahan makanan, dan memberikan tester makanan yang akan di demonstrasikan pembuatannya. Acara pelatihan membuat keripik mangrove dari awal sampai selesai berlangsung seru dan meriah dengan diiringi lagu dan musik.
Setelah Acara selesai Alhamdulillah, Kelompok kami dikunjungi langsung oleh Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII (CDK Wilayah VIII), yaitu Bapak Aji Darmaji, S.Hut. Beliau menyampaikan: “Produk olahan mangrove ini dapat dijadikan sebagai ekonomi kreatif, tinggal kemasaannya di perbagus dan minyaknya ditiriskan terlebih dahulu, supaya saat dikemas suda tidak banyak minyaknya”.
